Sejarah Gethuk Goreng Sokaraja Berasal dari Ketidaksengajaan

201 views 4:40 am 0 Comments February 17, 2024

Sejarah gethuk goreng sokaraja mungkin menjadi pertanyaan bagi sebagian orang, karena ketika berkunjung ke Purwokerto selain mendoan dan soto juga terdapat kuliner khas lainnya. Salah satu kuliner yang wajib untuk Anda cicipi ketika berkunjung ke Purwokerto adalah gethuk goreng.

Makanan ini sendiri lebih cocok untuk disebut sebagai camilan atau makanan ringan, karena bisa Anda santap bersama teh hangat maupun bebarengan dengan keluarga. Namun belum banyak orang yang mengetahui bagaimana sejarah terciptanya camilan tersebut hingga ramai dibicarakan hingga sekarang.

Berikut Sejarah Gethuk Goreng Sokaraja

Ketika mengunjungi kota Purwokerto tentu saja Anda harus membeli oleh-oleh yang terdiri dari makanan khas seperti mendoan, nopai, hingga gethuk goreng. Dari sekian banyak camilan khas kota tersebut hanya gethuk goreng yang memiliki cerita unik mengenai sejarah terciptanya makanan itu.

Sebagai salah satu camilan khas purwokerto sejarah gethuk goreng sebenarnya tercipta dari ketidak sengajaan. Hal tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai asal mula mengapa camilan khas yang sudah menjadi ciri khas Purwokerto tersebut dapat ditemukan hingga terkenal sampai saat ini.

  1. Berawal dari Bapak Sanpirngad

    Ketika sedang membahas salah satu camilan manis yang berasal dari kota Satria tersebut Anda tidak bisa lepas dari peran bapak Sanpirngad. Bapak Sanpirngad sendiri dikenal oleh masyarakat luas kota Purwokerto sebagai orang yang pertama kali menemukan camilan bernama gethuk goreng.

    Bapak Sanpirngad sendiri pada mulanya merupakan seorang penjual nasi rames pada tahun 1918 di daerah Purwokerto. Sejarah gethuk goreng terjadi karena selain menjual nasi rames bapak Sanpirngad juga menyediakan berbagai jenis camilan kepada pembelinya.

    Beberapa jenis camilan dijual oleh Bapak Sanpirngad sehingga pembeli tidak merasa bosan ketika mengunjungi warung nasi ramesnya, salah satunya adalah getuk. Pada saat itu getuk cukup digemari masyarakat sekitar karena memiliki cita rasa manis sehingga cocok untuk dijadikan camilan.

  2. Inisiatif Menggoreng

    Namanya orang membuka usaha tidak selalu laris manis membuat bapak Sanpirngad ketap memiliki makanan sisa. Pada suatu ketika ketika sedang berjualan camilan getuk miliknya masih sisa banyak, padahal kondisi waktu itu sudah warung sudah ingin tutup karena mulai sore.

    Bapak Sanpirngad kemudian memiliki ide iseng dan berinisiatif untuk mensiasati getuk yang sisa banyak tersebut sehingga tidak mubadzir. Salah satu idenya menjadi cikal bakal sejarah gethuk goreng sokaraja, bapak Sanpirngad kemudian menggoreng getuk sisanya untuk dijadikan camilan.

    Pada mulanya hasil gorengan getuk ini diberikan secara gratis karena hasil menggoreng makanan sisa. Namun lambat laun banyak masyarakat lebih menyukai gorengan gethuknya daripada nasi rames, oleh sebab itu bapak Sanpirngad berinisiatif untuk mulai menjualnya.

  3. Munculnya H Tohirin

    Sejarah gethuk goreng sokaraja tidak bisa Anda lepaskan dari nama seorang H Tohirin, bahkan ketika mengunjungi daerah Sokaraja di Purwokerto Anda akan langsung disambut oleh banyaknya plang bertuliskan H Tohirin. Uniknya semua plang tersebut merupakan toko asli yang saling berjejer.

    H Tohirin sendiri sebenarnya merupakan menantu bapak Sanpirngad, sehingga kedua nama ini masih dalam satu keluarga. H Tohirin kemudian berinisiatif untuk mengembangkan usaha milik mertuanya yang kemudian menjadi salah satu oleh-oleh yang wajib Anda beli ketika berkunjung ke Purwokerto.

    Uniknya di sepanjang jalan raya Sokaraja Anda bisa melihat banyaknya toko yang bertuliskan H Tohirin. Berdasarkan sejarah gethuk goreng sokaraja semua toko tersebut adalah asli, lebih tepatnya merupakan toko milik anak-anak H Tohirin yang kemudian meneruskan usaha milik orang tuanya tersebut.

  4. Sokaraja Menjadi Sentra Gethuk Goreng

    Berkat kesuksesan dari camilan tersebut yang sebenarnya berasal dari ketidak sengajaan karena tidak ingin membuang makanan. Kini kawasan Sokaraja menjadi sentra pembuatan camilan tersebut, bahkan hampir di setiap jalan banyak orang yang menjajakan camilan ini.

    Beberapa orang kemudian mulai meracik dan membuat menu getuk gorengnya sendiri sehingga memiliki cita rasa berbeda antara satu sama lain. Hal ini menjadi sejarah gethuk goreng sokaraja yang cukup unik, karena kemudian mulai bemunculan banyak toko yang menjual camilan tersebut.

    Banyaknya masyarakat setempat yang memilih berjualan cemilan tersebut membuat kawasan ini menjadi sentra produksi getuk goreng. Bahkan banyak orang yang berasal dari seluruh Indonesia rela mendatangi kawasan tersebut guna mencicipi langsung camilan khas Purwokerto tersebut.

  5. Perkembangan Dunia Modern

    Seiring berkembangnya zaman camilan ini masih tetap eksis hingga saat ini, bahkan sudah mengalami banyak sekali inovasi terutama soal rasa. Pada dasarnya dalam sejarah gethuk goreng sokaraja menggunakan gula jawa sebagai perisa utamanya, sehingga memberi rasa manis pada makanannya.

    Namun seiring berkembangnya zaman mulai muncul anek rasa lain yang mengikuti selera konsumen pada masa kini. Umumnya Anda bisa menikmati berbagai rasa buah-buahan seperti durian dan Nangka. Selain itu juga terdapat varian rasa coklat yang memiliki cita rasa manis, namun memiliki rasa pahit khas coklat didalamnya.

Selain berburu mendoan dan nopai sangat tidak afdhol jika berkunjung ke Purwokerto, namun Anda tidak menyempatkan diri untuk membeli gethuk goreng. Terlepas berasal dari ketidak sengajaan sejarah gethuk goreng sokaraja dari pak Sanpirngad.